27
Jun
15

Pahami ketika memilih blangko tilang warna biru.

b7OIQR44fe62Z8ttxNtEyX76bU2uOeOuRZoGwcnumsS9olRFrJHhAU5frksrZmP3L0hcLZyUmdAWxn3yJDLG_94NB_-xZeKGCkCptN3QtDGaNzOUO2xf=w515-h285-nc(Gambar : solopos.com)

Foto ini tersebar di internet dan belum diketahui siapa yang mengunggahnya pertama kali. Secara teknis, tulisan itu tidak sepenuhnya selaras dengan prosedur tilang. Jika pembuat foto ini pernah kena tilang dan mengikuti prosedur penggunaan blangko tilang warna biru secara benar, mungkin dia akan berpikir ulang membuat foto seperti ini, karena penitipan denda di bank sampai saat ini masih harus sebesar denda maksimal yang tercantum dalam pasal yang dilanggar, bukan sebesar denda yang nanti akan dijatuhkan hakim. Misalnya denda maksimal yang tercantum di UU Lalu-Lintas jika mengemudikan kendaraan tapi tidak punya SIM adalah Rp1.000.000. Maka jika menggunakan blangko biru, maka kita harus menitipkan uang di Bank sejumkah Rp 1.000.000. Nanti kalau dijatuhkan denda Rp.50.000oleh hakim, maka sisanya yakni Rp950.000 bisa diambil kembali

Karena itulah kalau hal semacam ini diketahui dengan jelas, maka wajar jika ada yang memilih hadir saja di sidang atau menyuruh orang lain mewakilinya(dengan surat kuasa) Daripada harus menitipkan uang sebanyak itu. Setelah sidang, lalu denda di bayar, barang bukti langsung dikembalikan. Kalau menggunakan blangko biru, barang bukti yang disita bisa diambil setelah kita menitipkan uang di bank, tapi tetap harus menghadiri sidang atau menyuruh orang lain untuk mewakili (atau kalau tidak datang, putusannya akan diberitahukan) untuk mengetahui berapa denda yang dijatuhkan kepada kita, lalu selisih antara denda dan uang titipan bisa diambil menggunakan salah satu salinan blangko tilang yang telah tercantum besaran denda.

Sebenarnya sama saja banyak waktu dan tenaga yang tersita. Bedanya hanya ketika menggunakan blangko boru, barang sitaan bisa langsung kita ambil kembali.

Tapi, terlepas dari hal-hal teknis di atas, yang sepertinya akan terus disempurnakan, ada hal lain yang perlu kita apresiasi dari kreativitas ini, yakni ajakan untuk tidak ikut-ikutan korupsi. Soal tilang adalah persoalan hukum yang sangat sederhana, yang saya sendiripun setelah menjadi hakim baru bisa memaksakan diri untuk malu jika sampai kena tilang, apalagi sampai ‘berdamai’ dengan Polisi dengan ‘pasal 20 ribu atau 50 ribu’


0 Responses to “Pahami ketika memilih blangko tilang warna biru.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: