09
Jul
10

KEADILAN UNTUK SEMUA ?

Beberapa hari yang lalu, di suatu daerah disebuah tempat pencucian kendaraan saya diberikan kesempatan untuk menambah lebih banyak teman. Saya berkenalan dan bercakap dengan dua orang pada waktu yang berbeda, yang satu bapak-bapak umurnya kurang lebih 50 tahun, satunya lagi kira-kira 30 tahun.

Kami saling memperkenalkan diri dan memberitahukan latar belakang masing-masing, setelah saling mengetahui latar belakang masing-masing, saya mendapatkan lebih banyak pertanyaan, terutama menyangkut kondisi penegakan hukum saat ini.

Kenalan saya yang pertama tidak banyak mengajukan pertanyaan yang tajam, namun kami lebih banyak membicarakan soal rekruitmen penegak hukum dan kondisi politik praktis di daerah yang sedang hangat. Percakapan cenderung lebih ringan dan tidak terlalu banyak beban bagi saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan

Yang menarik adalah percakapan saya dengan kenalan yang kedua, namanya orang muda tentu lebih ceplas-ceplos dibandingkan orang tua. Saya tidak pernah keberatan jika berhadapan dengan teman yang sering mengungkapkan isi hati apa adanya, itu suatu bentuk kejujuran yang saya hargai. Disinilah kadang batin kita memperoleh hawa kesegaran ditengah rutinitas yang melahap sebagian besar waktu kita sehari-hari

Secara sengaja, orang ini menceritakan bahwa ia pernah dihukum karena suatu kesalahan yang dilakukannya dimasa lalu. Dia menceritakan keheranannya kenapa hukuman yang dijatuhkan kepadanya jauh lebih berat daripada orang lain yang dia ketahui melakukan kesalahan yang sama.

Sampai disana saya hanya mendengarkan saja, sambil mencari cara yang tepat untuk menyatakan pendapat saya tentang pengalamannya di masa lalu, tanpa harus melanggar Pedoman Perilaku Hakim yang harus saya pegang teguh.

Teman baru saya itu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang pada pokoknya seperti ini :

–         Kenapa kok ada orang lain yang melakukan kesalahan yang sama tapi tidak ditahan?

–         Seperti di luar negeri itu pak, kan ada orang dibebaskan dengan jaminan uang, disini kok gak ada ya pak?

–         Kenapa kok hukuman bagi orang-orang yang melakukan kesalahan yang mirip bisa berbeda-beda?

Ketika ia mulai terdiam (pertanda mengharapkan komentar dari saya) saya mulai berbicara, “Sering kali hak-hak orang yang sedang menjalani proses hukum tidak diberitahukan secara jelas, sehingga ia tidak tahu harus berbuat apa, misalnya saja soal permohonan penangguhan penahanan, mungkin saja aparat penegak hukum tidak memberitahukan bahwa seorang tersangka atau Terdakwa berhak untuk memohon penangguhan penahanan. Nah penangguhan penahanan inilah yang bisa diperoleh dengan atau tanpa syarat memberikan jaminan sejumlah uang atau orang lain yang menjadi penjamin dengan memberikan sejumlah uang, agar si tersangka atau Terdakwa tidak perlu ditahan di Rumah Tahanan Negara atau tempat penahanan lainnya.

Saya melanjutkan, “Saya tidak boleh mengomentari putusan Hakim lain, termasuk didalamnya membenarkan atau mengkritik, namun yang bisa saya katakan adalah bahwa Bpk bisa membaca isi putusan yang dijatuhkan oleh Hakim yang dulu mengadili bapak. Disana Bpk akan melihat pertimbangan-pertimbangan apa yang dimuat sehingga akhirnya Bpk dihukum masuk penjara selama itu akibat kesalahan yang Bpk buat”, Kalau Bpk melihat ada perbedaan penjatuhan hukuman antara satu orang dengan orang yang lain, pastilah Majelis Hakim mempertimbangkan hal-hal yang meringankan dan yang memberatkan yang ada pada diri orang yang diadili itu, selain itu tentu dipertimbangkan pula latar belakang kenapa sampai Bpk melakukan kesalahan seperti itu dan bagaimana akibatnya yang ditimbulkan”

Teman saya kemudian bercerita bahwa memang dulu perilakunya ugal-ugalan sampai kemudian ia melakukan kesalahan yang mengantarkannya ke Lembaga Pemasyarakatan selama setahun, dia mengakui jujur dan terus terang bahwa perbuatannya itu salah dan merugikan orang, terlebih lagi korbannya adalah keluarga sendiri yang membuat akhirnya permasalahannya menjadi agak serius dan dia bisa menerima sikap keluarganya yang ingin memberikan dia pelajaran agar dimasa yang akan datang dia bisa merubah perilakunya.

Namun dia cukup baik hati karena sempat menghibur saya dengan mengatakan “menurut saya, tugas jadi Hakim itu paling berat ya pak, menghadapi persoalan hukum setiap hari..”

Saya mengangguk saja sambil senyum-senyum …

Saya tidak sadar bahwa tukang cuci mobil sebenarnya sudah selesai mencuci mobil saya, teman baru saya mulai menunjukkan gerik gerik seolah ingin memberitahukan saya bahwa mobil saya sudah selesai dicuci, namun mungkin dia tidak enak memotong pembicaraan saya. Akhirnya, dengan sedikit sungkan dia memberitahukan bahwa mobil saya sudah selesai dicuci, Sayapun berpamitan…”lain kali kita sambung lagi obrolannya ya pak, sampai ketemu lagi.”

Semarapura, 29 Juni 2010


0 Responses to “KEADILAN UNTUK SEMUA ?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: