07
Des
09

ADAKAH KAITANNYA ANTARA SIKAP PERMISIF KITA TERHADAP PERILAKU KORUPTIF, DENGAN PERKEMBANGAN KEJAHATAN KORUPSI ?

(renungan untuk memperingati hari Anti Korupsi Sedunia)

Saya rasa tidak ada satupun dari kita yang tidak sependapat bahwa korupsi itu merugikan dan berbahaya. Tetapi yang lebih menarik dicatat adalah seberapa permisif kita terhadap perilaku koruptif disekeliling kita?

Ketika saya masih duduk di bangku SD, saya sering memperhatikan perilaku almarhum Ayah saya ketika bepergian kesuatu tempat. Saat beranjak dari tempat parkir, Ia tidak pernah lupa meminta karcis parkir sebagai bukti bahwa Ia telah membayar uang parkir kepada tukang parkir yang bertugas menjaga tempat itu. Sesekali Ia menggerutu jika bertemu tukang parkir pura-pura lupa memberikan karcis.

Itu terjadi kira-kira 20 tahun yang lalu, saat itu saya sama sekali tidak paham apa pelajaran yang terkandung di dalam kebiasaan Ayah saya itu. Saat itu Saya tahu bahwa mencuri adalah perbuatan yang dilarang, tapi saya tidak paham bahwa cara mencuri itu ternyata banyak sekali. Istilah korupsi waktu itu sama sekali tidak familiar bagi Saya. Anak SD sekarang mungkin saja sudah pintar menghina temannya dengan ejekan “hei anak koruptor!” (yang kebetulan ayahnya dihukum karena melakukan korupsi)

Diakui atau tidak, sehari-hari kita terlalu sering melihat atau mendengar peristiwa yang berbau korupsi. Namun kita lebih memilih membicarakannya saja dan kemudian mengambil tindakan permisif, jika menurut kita perbuatan itu tidak terlalu besar efeknya bagi kita, atau ingin mengamankan diri.

Ketika pekerjaan semakin susah diperoleh, peluang untuk memperoleh kesempatan kerja semakin kecil, kemampuan pas-pasan, sistem rekrutmen dikacaukan dengan perilaku sogok menyogok, kita kemudian merasa frustasi dengan keadaan tersebut. Inilah salah satu sebab kenapa perilaku premisif terhadap perilaku koruptif menjadi semakin berkembang. Ketika mendapatkan pekerjaan, kita berusaha membuang idealisme kita dan mengikuti arus untuk bertahan supaya “dapur tetap berasap”. Ini semua sungguh keadaan yang sulit, selalu menempatkan kita pada situasi “abu-abu”. Batin kita tertekan oleh pertentangan-pertentangan, energi yang besar justru terbuang karena pergulatan batin ini.

Persoalan pemberantasan korupsi tidak bisa hanya dilihat dari sisi penegakan hukum yang represif (reaksi ketika pelanggaran telah terjadi) dan integritas penegak hukum, tapi harus dilihat juga dari perilaku masyarakat yang semakin permisif terhadap perilaku-perilaku koruptif. Seperti yang saya ceritakan di atas, seberapa banyak dari kita yang malas meminta karcis parkir? (entah alasannya karena merasa kasihan dengan tukang parkir yang penghasilannya kecil, atau karcis parkir itu memang tidak penting bagi anda, buang-buang waktu saja, “uang lima ratus rupiah aja kok ruwet?”)

Penegakan hukum dari sisi pencegahan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi negara. Perilaku-perilaku permisif, baik karena ketakutan kita berperilaku “berbeda” dengan lingkungan kita, atau merasa rendah diri karena kita hanya masyarakat biasa, kemudian berpikir “ah biarkan mereka para Pejabat Negara saja yang mengurus urusan korupsi ini!”, adalah perilaku yang patut dipertimbangkan kembali untuk dirubah.

Persoalannya, melakukan perubahan itu tentu tidak semudah merubah perilaku tukang parkir yang sering “pura-pura lupa” menyerahkan karcis parkir, namun apapun kesulitannya, kita harus kreatif dan terus mencari cara agar bertahan dalam situasi dan lingkungan yang tidak terlalu mendukung idealisme kita.

Membangun masyarakat yang sensitif terhadap perilaku-perilaku koruptif memang tidak bisa instant, perlu kesabaran dan kemauan yang keras. Lembaga-lembaga pendidikan harus memperkenalkan sedini mungkin kepada anak didiknya mengenai pentingnya mengenali bahaya korupsi yang bisa mempengaruhi masa depannya. Semuanya layak dilakukan, karena demi kejayaan bangsa dan negara.

Selamat memperingati hari Anti Korupsi Sedunia pada tanggal 9 Desember 2009.

Waingapu, 6 Desember 2009


0 Responses to “ADAKAH KAITANNYA ANTARA SIKAP PERMISIF KITA TERHADAP PERILAKU KORUPTIF, DENGAN PERKEMBANGAN KEJAHATAN KORUPSI ?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: