08
Nov
09

Berbagi facebook dengan isteri atau suami? kenapa tidak? itu menyenangkan..

Dalam banyak kesempatan, isteri saya sering mendapat pertanyaan dari teman-temannya tentang kenapa dia sampai sekarang tidak memiliki account Facebook?

iwaktu senggang, sesekali kami membicarakan tentang hal ini. Facebook menurut kami hanya salah satu cara untuk bersenang-senang saja di tengah keruwetan aktivitas kita sehari-hari.

Cara bersenang-senang abad ini telah banyak berubah seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kegiatan hiburan sekarang lebih condong mendukung pola-pola membentuk jaringan sosial yang melampaui batas-batas ruang dan waktu dengan memanfaatkan perantara perangkat-perangkat elektronik. Harus diakui bahwa Mark Zuckerberg (pencipta facebook) adalah salah satu orang paling kreatif dan banyak dibicarakan orang di seluruh dunia. Seorang anak muda yang mampu mewujudkan ide-ide kreatifnya dan menghibur jutaan orang diseluruh dunia (selain juga membuat pusing seluruh direktur perusahaan yang terganggu dengan aktivitas pegawainya yang lebih mengutakaman memilih membuka facebook daripada membaca koran atau mengecek pekerjaannya yang kemarin tertunda)

Facebook atau situs-situs jaringan sosial lainnya telah mengubah pola hubungan sosial manusia yang tadinya mensyaratkan suatu kontak langsung menjadi hubungan semu yang menyenangkan. Siapa yang tidak merasa senang bisa mengklaim memiliki ribuan teman, walapun tidak semua mereka kenal dengan jelas? Melakukan komunikasi dengan perantara alat elektronik dan membicarakan banyak hal, mulai dari pekerjaan, politik, percintaan dan lain sebagainya dengan bermodal komputer atau alat telekomunikasi lainnya tanpa diganggu orang lain adalah suatu hal yang menyenangkan bukan?

Saya dan isteri terkadang suka usil dan suka melakukan eksperimen-eksperimen tertentu yang mungkin dianggap orang lain aneh atau melawan logika umum. Kami menjadikan hal itu sebagai hiburan yang bisa menghilangkan kebosanan atas rutinitas.

Kadang-kadang dalam tataran tertentu saya ingin menggugat istilah privacy! Sejauh mana privacy itu diangung-agungkan dalam sebuah rumah tangga? Jangan-jangan suami atau isteri selalu menggunakan istilah itu untuk menutupi sesuatu yang jika diketahui salah satu pihak bisa merusak rumah tangganya. Dalam hal ini istilah Privacy memang lebih tepat diartikan sebagai keleluasaan dan kenyamanan ketimbang rahasia, tetapi keleluasaan dalam kehidupan rumah tangga? hmm…kalau tidak dibicarakan dengan baik, akan jadi sumber keributan.

Pergaulan saya dengan orang lain, demikian juga pergaulan isteri saya dengan lingkungan disekitarnya menurut saya adalah sumber ide untuk menghibur diri. Dari awal isteri saya tidak tertarik bergabung di situs Facebook, tetapi dia termasuk mahir menggunakan fasilitas itu. Oleh karena teman-teman saya sebagian besar dikenal juga secara langsung oleh isteri saya, dari sanalah kami akhirnya memutuskan untuk berbagi saja Facebook, kalau dia ingin menambah temannya, dia akan kirimkan pesan kepada temannya itu : “eh ini account suamiku, aku nggak punya facebook”…lalu mereka bersenda gurau seperti biasa, bernostalgia dan saya juga membacanya. Tidak jarang saya juga menggunakannya sebagai bahan lelucon, lelucon yang tentunya hanya kami berdua yang mengerti. Begitupun sebaliknya, ketika saya bertemu lagi dengan teman lama, isteri saya mengetahui juga apa yang kami bicarakan dan akhirnya secara tidak langsung mengenal juga teman lama saya itu.

Ada juga sebenarnya yang tetap mempertahankan privacy dalam kadar tertentu, memastikan kenyamanan terjaga tetapi tidak merahasiakan interaksi sosial mereka dari pasangannya masing-masing. Mereka tetap memiliki account facebook masing-masing, tetapi mereka bisa membuka facebook pasangannya. Melihat-lihat siapa saja yang berinteraksi disana.

Kami sedang membangun hubungan yang sehat dengan memanfaatkan teknologi. Kami yakin bahwa teknologi sangat membantu kita dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas. Dalam kehidupan rumah tangga, komunikasi yang terbuka adalah salah satu hal terpenting. Kami tidak pernah malu mengatakan kepada orang lain bahwa kami selama ini berbagi Facebook. Saya tidak akan pernah malu kalau ada yang mengatakan kepada saya bahwa saya ini takut kepada isteri atau sebaliknya. Selama ini saya hanya berusaha mengajak isteri saya untuk terlibat dalam segala hal menyenangkan yang saya lakukan sehari-hari.

Sebagian orang mungkin akan menganggap yang kami lakukan ini adalah hal yang aneh, terutama pemuja “privacy”. Tapi buat kami, tidak ada yang lebih menyenangkan dan membahagiakan selain berbagi banyak hal bersama. Kami tidak berencana untuk menjadikan dunia maya sebagai lahan persemaian benih penyelundupan.

Waingapu, 3 Nopember 2009


0 Responses to “Berbagi facebook dengan isteri atau suami? kenapa tidak? itu menyenangkan..”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: