13
Okt
09

MENTERJEMAHKAN KEMENANGAN DHARMA DI ABAD 21 (sebuah renungan untuk menyambut hari raya Galungan)

Sebentar lagi akan ada perayaan hari raya Galungan di Bali dan daerah-daerah lain dimana umat Hindu merayakannya, telepon seluler atau media komunikasi lainnya akan dipenuhi ucapan yang kira-kira bunyinya seperti ini “selamat hari raya Galungan, semoga dharma selalu menang dan kita selalu dilindungi, diberikan keselamatan dan kesejahteraan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa”

Dharma dalam agama hindu menempati posisi utama, sebuah landasan yang harus dijadikan pijakan dalam bekerja agar manusia bisa bertahan hidup dan memperbaiki kehidupannya untuk mencapai kebahagian yang tertinggi.

Ketika kita bekerja sesuai dengan bidang yang kita pilih, ketika kita mulai menggerakkan pikiran dan badan ini untuk melakukan sesuatu, ada aturan-aturan, ada norma-norma untuk mengatur interaksi sosial yang kita lakukan.

Memahami jalan dharma tidak semudah yang kita bayangkan, bagaimana kita menyadari tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini?

Apakah kita sudah melaksanakan pekerjaan kita dengan baik? yang berjualan es cendol sudah berhenti memakai pewarna pakaian? apakah kita tidak merasa bersalah menipu pembeli karena kita berdagang dengan curang? apakah para penegak hukum sudah menerapkan hukum dengan baik? apakah petani sudah dibantu supaya bisa membeli pupuk dengan harga yang lebih terjangkau? apakah para Brahmana sudah melaksanakan kewajibannya memberikan pencerahan spiritual bagi rakyat dan memimpin pelaksanaan upacara-upacara agama dengan ketulusan hati dengan penuh senyuman yang menyejukkan hati, apakah pejabat pemerintahan sudah bekerja dengan baik, melayani masyarakat, membuat wajah birokrasi menjadi cerah? apakah kita sudah mengurus keluarga dengan baik? apakah kita berani mengatakan yang benar itu benar, yang salah itu salah? dan akan ada banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya introspektif bagi keempat warna manusia di dunia..

Galungan kali ini kita rayakan dalam perasaan duka, tragedi kemanusian akibat bencana alam telah mengoyak batin kita, ribuan orang tewas karena bencana alam di berbagai daerah Indonesia, Filipina, Samoa dan di daerah lain di seluruh belahan dunia yang mungkin saja tidak terdeteksi oleh media. Ya, kita semua memang sedang diseleksi, diseleksi oleh sahabat terdekat kita, alam. Kerendahan hati, uluran tangan yang ikhlas bagi mereka yang memerlukan bantuan adalah jalan dharma. Sebuah tindakan nyata yang menunjukkan wajah kemenangan dharma di hati kita, dharma akan datang dari segala penjuru dunia, menyampaikan rasa persahabatan, menyampaikan empati yang dalam kepada setiap orang, terlebih lagi kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.

Kemenangan dharma di abad ini adalah persoalan mengalahkan diri sendiri, menyadari bahwa mengalahkan segala bentuk keangkuhan, kesombongan, kerakusan, kemunafikan dan banyak lagi lawannya dharma adalah persoalan serius dan harus dilakukan setiap saat, Galungan hanyalah salah satu moment evaluasi dari setiap kemajuan pergerakan perilaku kita…….. sampai saatnya nanti seseorang yang menerima SMS ucapan selamat hari raya Galungan akan tersenyum bangga, ia bangga pada dirinya sendiri karena dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatannya, dharma selalu mendominasi.

Selamat menyambut hari raya Galungan

Waingapu, 11 Oktober 2009


0 Responses to “MENTERJEMAHKAN KEMENANGAN DHARMA DI ABAD 21 (sebuah renungan untuk menyambut hari raya Galungan)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: