26
Sep
09

ALAM ADALAH PENEGAK HUKUM PALING PERKASA (catatan akhir pekan)

Beberapa hari yang lalu terjadi lagi bencana alam gempa bumi di daerah Jawa Barat yang mengakibatkan korban jiwa dan materi. Kita berduka, bersedih karena kehilangan keluarga yang kita cintai, kehilangan harta benda yang telah kita kumpulkan melalui kerja keras, tapi apa boleh buat, ketika gempa itu adalah “kerja alam” yang tidak bisa kita tahan, yang bisa kita lakukan hanya berusaha sebaik mungkin untuk melindungi diri, menyelamatkan diri dan tetap bertahan untuk hidup sambil membantu yang lain untuk mengurangi penderitaannya.

Ya, apapun yang terjadi alam tetap tegak berdiri, bekerja seperti biasa, tidak memperdulikan apa akibat yang terjadi dari pelaksanaan kewajibannya itu. Jika ia berhenti melaksanakan hukum alam, berarti bumi tidak hidup lagi, jika alam semesta tidak bekerja dengan baik, Matahari malas-malasan terbit, planet-planet keluar dari jalur rotasinya, hmmm…. kita merinding membayangkan akibat apa yang akan terjadi.

Sungguh mengherankan manusia yang kecil ini, yang selalu bersembunyi dibalik tempelan “mahluk paling sempurna” yang diciptakan Tuhan, tidak malu menyombongkan diri di depan alam, berusaha menipu alam, mengotorinya, “merampok” dan banyak lagi.

Hukum yang dibuat Manusia untuk melindungi alam, melindungi lingkungan belum mampu meredakan kejahatan terhadap lingkungan. Karena apa? karena manusia gampang disuap, karena manusia gampang diajak berkompromi, karena manusia lemah

Jika dilihat dari sisi perkembangan kehidupan manusia di seluruh duni, maka bisa dipahami akan selalu terjadi perdebatan tentang bagaimana seharusnya kita memperlakukan alam, memperlakukan lingkungan. Revolusi industri telah menciptakan pola pikir baru mengenai kelestarian lingkungan. Silahkan orang-orang yang berkompeten, negara-negara, organisasi-organisasi di seluruh dunia berdebat sepanjang masa untuk mencari solusi keseimbangan yang baru bagi manusia dan lingkungan. Tapi apapun yang terjadi, alam tetap tegak berdiri menerima apa saja yang diberikan, memberikan apa saja yang ia punya dan melakukan semua yang harus ia lakukan.

Apa yang terjadi ketika alam menegakkan hukumnya? dia tidak perduli kepada siapapun, apa dia orang yang rajin sembahyang, gak pernah sembahyang, ketua organisasi penyayang lingkungan, penjahat kelas teri, kelas kakap, kelas bandeng, kelas lele, petani, pejabat, gelandangan, tokoh agama, pendeta. Semua punya posisi yang sama ketika berhadapan dengan bencana alam sebagai akibat dari salah satu aktivitas penegakan hukumnya…tidak berdaya, pasrah.

Alam nggak jahat, Tuhan juga nggak pernah marah, Tuhan menciptakan alam semesta ini satu paket dengan sistemnya, yang bekerja, bergerak melalui waktu, dari kosong menjadi ada, yang ada terpelihara kemudian hancur kembali, menunggu proses untuk kembali lagi menjadi baru. Hanya saja hukum yang ditegakkan alam tidak bisa di kutak kutik, karena dia tidak lahir dari proses politik, tidak ada tarik menarik kepentingan, tidak ada kompromi, tidak ada lobi-lobi…..dia hanya hukum yang sederhana, “KEMURNIAN PROSES”

Anda baik kepada pohon, dia akan memberikan oksigen yang berlimpah kepada anda, menyerap CO2, bahkan rela memberikan tubuhnya kepada anda, jika anda tidak mengurusnya dia tidak akan merengek-rengek minta diurus, paling-paling dia mati. Trus manusia yang hidup disekitarnya kepanasan, kekurangan air, kekurangan oksigen….

Manusia mirip virus (maaf tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa), mencari tempat hidup (lingkungan), ketika lingkungannya mulai lemah, dia menghabiskan segala sumber daya yang ada, setelah itu pergi..mencari tempat baru lagi.

Manusia memang salah satu bagian dari alam, Tuhan menciptakannya untuk mengimbangi proses yang murni itu, dan pada akhirnya (bolehlah digunakan untuk sedikit menghibur diri, namun jangan dijadikan alasan pembenar atau alasan pemaaf) campur tangan manusia menyempurnakan sistem kelahiran, pemeliharaan dan pemusnahan yang terjadi di alam semesta.

Salah satu guru terbaik bagi Manusia adalah alam, belajarlah darinya….hingga embrio embrio penegak hukum yang perkasa itu ada dalam diri anda.

Jadilah seperti ikan dilaut yang tidak asin walaupun seumur hidupnya dilaut…jadilah seperti matahari yang selalu terbit dan tenggelam pada waktunya tanpa diminta… berjalan sebagaimana mestinya.

Waingapu, 5 September 2009


0 Responses to “ALAM ADALAH PENEGAK HUKUM PALING PERKASA (catatan akhir pekan)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: