22
Agu
09

Kemarahan dan persoalan hidup bisa membunuh anda dari dalam jika anda tidak tau bagaimana cara mengatasi dan mengelolanya

Hari ini saya kebetulan menonton acara oprah di MetroTv, kali ini temanya adalah bagaimana mengatasi tekanan jiwa yang dialami oleh anak-anak yang merasa tidak bahagia dengan kondisi fisiknya (kegemukan), ditambah lagi dengan persoalan-persoalan keluarga seperti perceraian, ditinggalkan oleh orang tuanya, bermasalah dengan lingkungan sekolahnya dan sebagainya. Banyak dari anak-anak itu bahkan memikirkan untuk membunuh dirinya sendiri karena tidak kuat menghadapi masalah-masalah di umurnya yang begitu muda. Kita tentu belum lupa beberapa waktu yang lalu beredar video Marshanda yang kelihatan sangat tertekan…situasi yang sangat berbeda dengan apa yang kita saksikan di tayangan infotainment mengenai pribadinya yang terlihat “baik-baik” saja dan menikmati hidupnya sebagai selebritis muda.

Saya tidak akan bicarakan soal obesitas, tontonan di televisi itu hanya memicu otak saya untuk mengingat sebuah peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu usai kami menyidangkan sebuah perkara perceraian. Usai sidang, saya berjalan menuju ruangan saya di atas, di tangga saya melihat anak perempuan yang umurnya sekitar 5 tahun, dia sedang bermain-main ditangga itu. Ketika salah satu pihak keluar dari ruang sidang, anak itu memanggil…”Pa…mau kemana?” Papanya berjalan bergegas menuju lobi sambil mengatakan “ayo sudah…” kemudian anak itu turun dari tangga. Saya tidak perhatikan lagi kejadian selanjutnya.

Saat itu saya sempat berpikir, anak itu ngerti nggak ya apa yang terjadi antara kedua orang tuanya? sungguh persoalan yang sangat besar harus dihadapi anak sekecil itu, di masa-masa saat dia seharusnya menerima perhatian penuh dari kedua orang tuanya, mendapatkan kasih sayang dan bimbingan, dia harus menyaksikan ayah dan ibunya bolak balik ke pengadilan karena keduanya merasa persoalan-persoalan yang terjadi selama ini dalam perkawinan mereka membuat mereka tidak mau lagi hidup bersama sebagai suami isteri. Tapi itulah hidup…

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan perkawinan kedua orang tua anak itu (saya juga tidak akan membicarakannya disini), yang saya pikirkan bahwa sebagian besar korban utama dari persoalan keluarga seperti itu adalah anak-anak.

Seharusnya ada banyak cara tersedia bagi keluarga yang sedang bermasalah untuk memperbaiki kualitas rumah tangganya. Mulai dari banyak berdoa, dialog, meminta bantuan keluarga untuk mencari jalan keluar dan menyelesaikan persoalan yang terjadi, meminta bantuan orang lain yang dianggap memiliki kemampuan untuk memberikan bimbingan atau bisa juga minta bantuan seorang profesional seperti psikolog dan penasehat perkawinan. Jika semua itu tidak bisa juga membantu memperbaiki keretakan rumah tangga, saya termasuk salah seorang yang menganggap bahwa perceraian adalah salah satu jalan terakhir untuk menyelamatkan keluarga itu sendiri, meskipun akhirnya cara membesarkan anak-anak menjadi sedikit lebih rumit.

Sebagian besar dari kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, saya dan isteri saya juga merasa seperti itu, apa lagi anak saya, yang sekarang ini hanya bisa berpikir : hari ini gaya mimik cucunya gimana ya?? nungging atau tengkurep atau sambil main bola?? Tapi yang pasti setiap hari saya bersyukur bahwa saya dipertemukan oleh isteri yang penuh perhatian, pengertian dan kasih sayang yang luar biasa besarnya kepada keluarga.

Bersyukurlah karena keadaan kita lebih baik dari mereka yang tidak seberuntung kita, dengan begitu kita bisa selalu mencari jalan untuk mengatasi segala persoalan keluarga yang kita hadapi. kita tentu lebih senang kalau kantor Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama semakin sedikit dikunjungi oleh anak-anak yang menunggui Papa Mamanya yang sedang gontok-gontokan di ruang sidang.

Waingapu, 22 Agustus 2009


0 Responses to “Kemarahan dan persoalan hidup bisa membunuh anda dari dalam jika anda tidak tau bagaimana cara mengatasi dan mengelolanya”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: