22
Agu
09

Heroisme 1846-1849(Penghormatan dan dukungan untuk perjuangan bangsa sepanjang masa melawan kekerasan dan rasa takut dari sebuah “peperangan”)

Heroisme 1846-149 adalah judul lagu dari Infernal Desire, sebuah singel di album kompilasi Grindcorner Bali Compilation “Grind at the corner”. Lagu tersebut terinspirasi dari sebuah sejarah perang Jagaraga yang terjadi ditahun 1846 sampai 1849 di Buleleng. Ketika itu Kerajaan Buleleng berperang dengan pihak Belanda. Seorang Patih kerajaan yang memimpin pasukan yang berperang melawan pasukan Belanda bernama I Gusti Ketut Jelantik.

Serangan Pasukan Belanda terjadi dua kali ke benteng Jagara, serangan yang pertama gagal sehingga menjadi kabar yang menggemparkan seluruh wilayah Hindia Belanda. Belanda kemudian merancang serangan kedua menggunakan puluhan kapal perang dengan persenjataan yang lengkap yang mengangkut pasukan militer Belanda

Dalam serangan kedua tersebut Patih Jelantik gugur dalam perlawanan di benteng Jagaraga dan benteng Jagaraga jatuh ke tangan Belanda pada tanggal 19 April 1849 dengan ribuan jumlah korban di pihak Jagaraga dan ratusan serdadu Belanda.

Perang akan selalu meninggalkan bekas-bekas kehancuran, kepiluan hati, dan seiring dengan waktu kemudian muncul kisah-kisah kepahlawanan, penghianatan dan sebagainya…..Perang tidak selalu adalah jalan terakhir yang harus ditempuh setelah jalan lain tidak bisa lagi digunakan, bahkan perang terkadang menjadi pilihan utama untuk membuktikan kehebatan suatu bangsa, membuktikan bahwa bangsa yang satu lebih dominan dibanding bangsa lain.

Cerita peperangan tidak jarang menjadi inspirasi bagi orang yang membutuhkan kekuatan untuk menghadapi hidup ini, tetapi gilanya…cerita cerita peperangan banyak dipergunakan untuk mencari dasar pembenaran untuk menciptakan perang baru…perang dimasa lalu bangkit dengan wajah baru melalui manusia manusia yang takut menghadapi hidup dan memilih membunuh dan mati untuk mengabadikan niat jahatnya.

Sesungguhnya Kita manusia berperang setiap saat, berperang melawan diri kita sendiri, melawan musuh musuh yang sangat hebat dalam diri kita sendiri, melawan Infernal Desire kita….

Musuh manusia yang paling berbahaya adalah dirinya sendiri …. Siapa yang berhasil mengalahkan musuh-musuh dalam dirinya sendiri, dialah sesungguhnya ksatria sejati. Ialah pemenang perang terhebat sepanjang sejarah kehidupan manusia.

Kenali, dan sadarilah wajah peperangan yang sesungguhnya di masa kita hidup.

Puisi berikut diambil dari Kekawin Bharatayuda, dibacakan oleh Dayu, diakhiri oleh alunan nada selonding (salah satu alat musik tradisional di Bali), di lagu Heroism 1846-1849)

seorang ksatria berkehendak membuat yadnya dalam peperangan
bermaksud akan memusnahkan seluruh musuh
dengan senang hati menaburkan bunga sekar taji yang ada dirambutnya

musuh yang gugur dalam peperangan
cudamani para raja yang meninggal sebagai berasnya
api pemujaan ialah negara musuh yg hangus terbakar
selalu berkorban dengan kepala musuh yang dipenggal di keretanya
adalah baik jasanya dalam peperangan

Kita bisa memberikan makna yang berguna sepanjang masa terhadap puisi di atas : berperanglah melawan enam musuh dalam diri anda sendiri yakni hawa nafsu, ketamakan, kemarahan yang melampaui batas, kemabukan yang membawa kegelapan pikiran, kebingungan dan iri hati yang menyebabkan permusuhan

siapapun yang sampai detik ini masih berusaha membangkitkan musuh musuh itu di dalam dirinya dan di dalam diri orang lain…..berhentilah!

Waingapu 18 Juli 2009


0 Responses to “Heroisme 1846-1849(Penghormatan dan dukungan untuk perjuangan bangsa sepanjang masa melawan kekerasan dan rasa takut dari sebuah “peperangan”)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: