22
Agu
09

DRAMATISASI VERSUS SUBSTANSI

Informasi yang didramatisir versus pengertian substansi…mana yg anda pilih?? larut dalam informasi-informasi yang terbungkus dramatisasi atau ingin mengetahui dan mengerti apa inti dari persoalan sosial yang sedang terjadi? milih salah satunya? milih dua duanya? Gak milih dua duanya atau gak peduli sama keduanya….ahhh cuek aja….emang gue pikirin!!

Kita semua punya hak untuk memilih reaksi terhadap setiap persoalan yang terjadi di sekeliling kita, itu hak asasi. Ada tipe orang yang emang gak ruwet, dia hanya memikirkan apa yang dia perlu pikirkan, berkomentar terhadap hal-hal yang ingin dia komentari, melakukan sesuatu yang hanya perlu dia lakukan.

Saya mewakili orang yang “ruwet”, ingin tau dan ingin mengerti apa yang sekarang sedang terjadi di negara kita, walaupun tidak semua akhirnya saya pahami, namun ini semua semata-mata saya lakukan karena Indonesia adalah rumah saya.. apapun yang terjadi dirumah saya, selalu menarik perhatian saya.

Beberapa bulan belakangan ini saya sering nonton acara reality show Indonesia dan, reaksi saya kadang terharu, tertawa, langsung matiin tv trus tidur, atau nonton sekilas-sekilas sambil mindah2in chanel tv karena ga ada acara yang bagus.

Ada beberapa hal yang saya pikirkan, dan kemudian secara tidak langsung mengusik hati saya setelah menikmati tayangan tersebut :

1. Eksploitasi kelemahan manusia untuk kepentingan bisnis.
2. Mencoba mengetuk hati kita mengenai kenyataan kenyataan dalam hidup sehari-hari yang penuh ironi dan kesenjangan
3. Menggiring pola pikir kita dari suatu perjuangan hidup, bertahan untuk tetap hidup, kepada suatu keadaan batin untuk menghakimi suatu perilaku tanpa proses yang wajar dan kemudian membiarkan emosi yang menilai

Yang mana sebetulnya lebih ditonjolkan dari ketiga hal diatas? Yahh…Anda sendirilah yang menilai….karena di era keterbukaan informasi ini anda diharapkan bijak dan bertanggung jawab dalam menikmati tayangan tayangan televisi..

Entertainer tentu tidak bisa disalahkan jika penayangan acara tersebut telah mendapat ijin dari pihak pihak yang bersangkutan.

Terlepas dari seberapa nyata kejadian yang dipertontonkan itu, apakah keuntungan yang diperoleh (tidak selalu materi) sebanding dengan guncangan batin yang diterima orang orang yang perilakunya “dianggap” kurang baik, nggak peka, nggak tulus, salah mengambil keputusan,….dan sebagainya (yang sering kali tidak ia sadari karena posisinya yang lemah? atau bahkan mereka memang udah gak peduli lagi?) atau sebanding dengan persepsi yang akhirnya terbangun dalam masyarakat akibat tontonan itu?

Saya rasa masyarakat harus mulai dididik untuk tertarik dan memahami persoalan-persoalan sosial secara substansial, dan memahami reaksi sosial secara normal dan alami, bukan hanya terjebak pada nuansa dramatis.

Tapi oklah….kalau ini soal semata-mata hiburan, yang suka silahkan, yang ga suka ya jangan nonton… mudah2an gak ada yang tersinggung sama orang yang suka banyak komentar kayak saya ini hehehe….

Waingapu 7 Juni 2009


0 Responses to “DRAMATISASI VERSUS SUBSTANSI”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: